IMG_20180214_133321

Rabu, 14 Februari 2018 pengurus koperasi wanita Karya Perempuan Mandiri (KPM)Desa Watusigar Ngawen Gunungkidul melaksanakan pertemuan bulanan pengurus di rumah Ketua Koperasi Ibu Ngatemi . Pertemuan  tersebut diisi dengan evaluasi terhadap pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan pada Jumat (9/2) kemaren, evaluasi terhadap kerja masing-masing individu dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengurus, dan penentuan tim pengawas koperasi.

Pertama, evaluasi teknis pelaksanaan Rapat  Anggota Tahunan (RAT) 2017 menghasilkan beberapa catatan:

  1. Kritik, saran dan masukan dari anggota tidak dituliskan dengan baik oleh petugas notulensi acara. Sehingga pengurus mengalami kesulitan untuk kembali mengingat apa yang telah menjadi kritik, saran dan masukan dari anggota demi kemajuan koperasi ke depan.
  2. Tidak dibuatkannya berita acara pelimpahan wewenang dari anggota ke pengurus untuk menentukan dan menetapkan nama-nama pengawas koperasi tahun 2018. Berita acara yang dimaksud ialah sebagai legalitas pelimpahan wewenang yang ditandatangani langsung oleh ketua dan perwakilan anggota. Sehingga ke depannya tidak ada miskomunikasi dalam penetapan nama-nama tim pengawas koperasi tahun 2018 yang dilakukan oleh pengurus.

Kedua, evaluasi terhadap kerja masing-masing pengurus menghasilkan catatan sebagai berikut:

  1. Sebagai badan usaha simpan-pinjam yang lahir di tengah-tengah kehidupan masyarakat pedesaan dengan lokalitas yang sangat kental akan nilai-nilai budaya. Pengurus terkadang merasa tidak tega manakala harus memaksa anggota yang mempunyai tunggakan angsuran pinjaman. Lanngkah alternatif yang diambil pengurus ialah dengan menghapus denda keterlambatan angsuran dan jangka waktu pengembalian pinjaman diperpanjang tergantung besaran sisa yang belum dibayar. Namun ada juga beberapa anggota yang sudah tidak aktif dan masih mempunyai tanggungan pinjaman terpaksa diputihkan apabila tidak memungkinkan untuk membayar.
  2. Adanya rasa minder pada diri pengurus untuk mengelola koperasi sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Misal, petugas bagian Pengembangan Usaha merasa tidak mampu jika dituntut untuk memunculkan ide-idenya terkait dengan usaha apa yang akan dipilih dalam mengembangkan aset dan kekayaan koperasi. namun, apabila yang bersangkutan diminta langsung untuk menjalankan usaha, beliau menyatakan siap menjalankan tugas tersebut.

Ketiga, meskipun pengurus sudah mempunyai Wewenang untuk mengangkat tim pengawas koperasi, KPM masih terkendala sumber daya manusia (SDM) yang ada. Ketika pengurus menunjuk nama yang dirasa mampu untuk menjadi pengawas koperasi, yang bersangkutan menolaknya. alasan menolak untuk diangkat menjadi pengawas adalah mereka masih merasa tidak mampu untuk melaksanakan tugas-tugas dan kewajiban sebagai pengawas dalam koperasi. (yskk/hanafi)

Iklan