IMG_20180222_090647

Sebagai koperasi resmi dan sudah berbadan hukum, Koperasi Wanita Sekar Arum desa Semin Kecamatan Semin Kab. Gunungkidul kembali menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang ke-3 kalinya. RAT kali ini diselenggarakan di Balai Dusun Tegalsari Semin pada Kamis (22/2) kemaren.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Semin Bapak Tri Sutarno yang sekaligus memberikan sambutan. Dalam kesempatannya, Sutarno sangat mengapresiasi penyelenggaraan RAT Koperasi Sekar Arum yang ke-3 kali ini. Menurutnya, Sekar Arum selama 7 tahun ini sudah turut berpartisipasi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat Semin lewat program simpan pinjam koperasi. “usia Sekar Arum sudah 7 tahun, dan selama itulah Sekar Arum telah memberikan layanan simpan-pinjam bagi warga Semin” tuturnya.

Koperasi Sekar Arum, lanjutnya, harus bisa bersaing dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya. Harapannya, Pengurus dan anggota harus semakin meningkatkan semangat dalam berkoperasi. lebih-lebih dalam mengembangkan inovasi program kegiatan sebisa mungkin harus bisa lebih menarik minat masyarakat untuk menjadi anggota di Sekar Arum. “sekarang lembaga-lembaga keuangan sudah banyak, sana-sani sudah ada. kalau pengurus tidak mau berinovasi dan hanya berkegiatan itu-itu saja maka akan kalah saing untuk memikat masyarakat” tegasnya.

Selain Sutarno, turut hadir dan memberikan sambutan dari  perwakilan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Ari Susanto. Dalam kesempatannya, Susanto menyampaikan rasa bangganya kepada Koperasi Wanita Sekar Arum yang telah mampu melakukan RAT yang ke-3 kalinya. Penyelenggaraan RAT, menurutnya, adalah bagian dari proses bahwa koperasi yang bersangkutan adalah koperasi yang bekerja secara sehat dan dapat dipercaya. Karena dalam RAT itu ada proses pelaporan secara keseluruhan dalam koperasi. baik terkait kegiatan-kegiatan, maupun aset dan pengelolaan keuangan koperasi. “ini adalah sebuah prestasi besar bagi Sekar Arum yang telah bisa menyelenggarakan RAT yang ke-3 kalinya ini” ungkapnya dengan bangga.

Dari 262 koperasi di Gunungkidul, lanjutnya, di tahun 2017 baru ada sekitar 75 koperasi yang telah menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) termasuk Koperasi Wanita Sekar Arum Semin. “Tahun sebelumnya biasanya ada sekitar 150 koperasi yang melakukan RAT, tapi tidak tahu tahun ini mengalami penurunan” tuturnya.

RAT yang dimulai jam 09:30 WIB ini berjalan dengan lancar, mulai dari Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Tahun Buku 2017, penyampaian laporan pengawas tahun buku 2017 dan Rancangan Rencana Program Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Koperasi tahun 2018.

Ketua Koperasi Sekar Arum Karyati dalam laporannya menyampaikan beberapa hal yang menjadi bagian rencana kerja 2018. Termasuk pengangkatan anggota sebagai langkah kaderisasi dalam kepengurusan Kopwan Sekar Arum, rencana membuka layanan rutin  koperasi seminggu sekali di hari Kamis jam 10:00-14:00 WIB, rencana pertemuan anggota setiap bulan sekali, terkait hutang-piutang dan SHU anggota.

IMG_20180222_105507
Pak Ngatino Hadi (YSKK) saat memberikan pengarahan dan motivasi

Selain itu, pendamping dari Yayasan Satu Karsa karya (YSKK) Bapak Ngatino Hadi juga berkesempatan memberikan pengarahan dan motivasi kepada pengurus dan anggota Kopwan Sekar Arum. Pak Ngatino dalam kesempatannya mengajak pengurus untuk mempunyai rencana yang kongkrit dan terukur dalam setiap agenda pertemuan. Pengurus harus semangat mencari inovasi-inovasi baru dalam berkegiatan supaya anggota semakin tertarik dan tidak jenuh menghadiri rutinan. “masak (kegiatannya) cuma pertemuan saja. Jangan sampai hanya itu. Karena itu akan menjenuhkan bagi anggota” tandasnya.

 

Koperasi Sekar Arum, lanjut beliau, harus bisa berbeda dengan koperasi yang lain, harus mempunyai ciri khas sendiri. Ciri khas ini yang akan bisa menarik perhatian masyarakat. “Kalau Cuma simpan pinjam saja, apa bedanya dengan kelompok simpan-pinjam yang lain !” tegas beliau.

IMG_20180222_114446
Pak Ngatino Hadi (YSKK) saat Menyerahkan Doorprize kepada Anggota dengan jumlah tabungan paling banyak

Kemudian, melihat jumlah kredit macet yang relatif besar, yaitu sebesar 20%, beliau mengajak anggota untuk merubah kebiasaan suka dan senang apabila menjadi “peminjam”. Menurut beliau, menjadi “peminjam” itu baik, akan tetapi lebih baik lagi jika anggota membiasakan diri untuk menabung. “kebiasaan menabung itu harus dipaksakan, ya memang berat, harus dipaksa. Jika sudah biasa menabung, itu kan sangat baik bagi masa depan kita. Tabungan kita bisa banyak” ajaknya.

(yskk/han)

Iklan