IMG_20180405_131924Kelompok Tani, menurut Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 273 tahun 2007 tentang  Pedoman Pembinaan Kelembagaan Petani,  adalah kumpulan petani/peternak/pekebun  yang dibentuk  atas dasar kesamaan kepentingan,  kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumber daya) dan keakraban untuk meningkatkan dan  mengembangkan usaha anggota. Tujuan dibentuknya kelompok tani ialah dalam rangka untuk meningkatkan nilai tawar dan daya saing petani dalam mengembangkan usaha pertanian (Kartasasmita, 1997 : 31-32).

Peran serta perempuan dalam meningkatkan dan mengembangkan usaha pertanian di desa tidak dapat dipandang sebelah mata. Hal ini bisa dilihat dengan lahirnya Kelompok Wanita Tani (KWT) di hampir semua desa. KWT ini dibentuk sebagai upaya pelibatan perempuan dalam upaya peningkatan hasil pertanian secara langsung, perempuan turut ambil peran dalam pembangunan desa di sektor pertanian.

Salah satu contoh desa yang perempuan desanya telah ambil peran secara aktif meningkatkan usaha-usaha pertanian desa ialah Desa Semin, Kecamatan Semin Gunungkidul. Beberapa tahun yang lalu, perempuan-perempuan tani di Desa Semin telah membentuk kelompok tani KWT Mekar. KWT Mekar merupakan kelompok gabungan dari KWT yang ada di setiap pedukuhan di Semin.

Secara administrasi Desa Semin terdiri dari 16 pedukuhan. 12 dari 16 pedukuhan tersebut sudah terbentuk Kelompok Wanita Tani. Dari 12 KWT ini terbentuklah KWT Mekar sebagai kelompok wanita tani di tingkat Desa Semin.

Sesuai dengan fungsi kelembagaan kelmpok tani, KWT Mekar berfungsi sebagai ruang belajar bersama untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota. Setiap pertemuan rutin anggota, yakni sebulan sekali tiap tanggal 5, KWT ini kerap kali dikunjungi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian Kabupaten Gunungkidul. Tugas PPL selain memberikan informasi-informasi terkait dengan pengembangan pertanian di desa, juga membuka ruang diskusi dan tanya-jawab seputar pertanian. Selain itu, PPL terkadang juga dimintai untuk memperluas jaringan terkait dengan peluang-peluang yang bisa diakses oleh kelompok tani di desa.

Fungsi KWT Mekar selanjutnya, ialah sebagai ruang untuk meningkatkan kerjasama antar anggota ataupun dengan pihak luar.

Selain itu, KWT ini juga berfungsi sebagai unit usaha. Hampir semua KWT di tiap-tiap pedukuhan di Desa Semin mempunyai unit usaha olahan panganan lokal. Seperti keripik singkong, manggleng, kerupuk, tepung mocaf, dll. Dan biasanya setiap kali pertemuan rutin, semua anggota membawa hasil produksi olahannya, saling bertukar hasil produksi, dan meminta kritik saran dan masukan utuk lebih meningkatkan hasil produksinya.

IMG_20180404_144812
Kelompok Prima Melati merupakan salah satu anggota KWT Mekar

Disamping tiga fungsi tersebut di atas, kegiatan-kegiatan yang juga dikembangkan dalam kelompok ini adalah simpan-pinjam, arisan, dan menggalangan dana sosial.

Iklan