Masyarakat desa pada dasarnya hidup syarat dengan kreativitas-kreativitas, berbagai jenis produk telah banyak dihasilkannya. Sayangnya, produk yang dihasilkan selama ini masih terkesan begitu-begitu saja, tidak perkembangan dan tidak ada inovasi. Program Desa MANTAP hadir untuk membantu masyarakat desa untuk bersama-sama menaikkan kelas dan nilai hasil produk.

Hal ini disampaikan Kepala Divisi Pemberdayaan Perempuan Yayasan Satu karsa Karya (YSKK) Lusiningtyas saat memberikan pengantar dalam penyelenggaraan FGD di Balai Desa Watusigar bersama Pemerintah Desa dan perwakilan kelompok usaha produktif Watusigar pada Kamis (17/5) kemaren.

 

Kita tidak perlu membentuk jenis usaha baru, lanjutnya, melalui program Desa MANTAP ini, usaha-usaha yang telah ditekuni masyarakat selama ini akan kita coba naikkan kelasnya sehingga nilai harga produk juga semakin naik.

Tidak hanya itu, Lusi menambahkan bahwa ke depan para pelaku usaha juga akan didorong semakin bertambah, ada pelaku-pelaku usaha baru sehingga program Desa MANTAP ini mampu membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama kelompok-kelompok perempuan yang ada di Desa Watusigar.

Sekretaris Desa mewakili Pemerintah Desa sangat mengapresiasi kegiatan FGD ini, lebih-lebih pada implementasi program Desa MANTAP di Watusigar beliau mengucapkan terima kasih pada YSKK yang telah sudi mau berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam kerja-kerja pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, sosok yang biasa disapa Pak Carik tersebut menuturkan beberapa hal yang menjadi harapan desa dalam proses implementasi Desa MANTAP ke depan.

Menurutnya, Desa sebenarnya kaya dengan potensi sumber daya alam terutama di sektor pertanian. Selama ini, masyarakat desa Watusigar banyak yang mengembangkan pertanian holtikultura yaitu tanaman jenis sayuran dan buah-buahan. Sayangnya, ketika musim panen datang biasanya harga menurun dan membuat masyarakat menjadi rugi. Rendahnya harga hasil panen tersebut, kerap membuat masyarakat trauma dan tidak lagi mau menanam jenis tanaman yang sama.

Untuk mempertahankan potensi pertanian holtikultura tersebut, Desa berharap pada YSKK untuk membantu mengembangkan hasil tanaman holtikultura yang ada di Watusigar. masyarakat dibantu dalam mengolah hasil pertanian yang ada menjadi jenis olahan makanan baru sehingga lebih bernilai ekonomis. “ya, nanti bagaimana cara hasil pertanian ini dapat diolah menjadi keripik atau apa sehingga nilai harganya bisa bertambah” ujarnya.
acara yang dimulai sekitar jam 10:30 WIB tersebut dihadiri 17 orang yang terdiri dari 2 perwakilan YSKK, Pemerintahan Desa, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Ngawen, Badan Permusyawaratan Desa, dan perwakilan kelompok usaha perempuan di Watusigar.

Hingga acara selesai, ada 2 kesepakatan bersama yang dihasilkan. pertama, YSKK bersama pemerintah dan masyarakat desa akan mengembangkan tanaman holtikultura. kedua, pengembangan usaha anyaman bambu yang selama ini menjadi salah satu pendapatan sebagian masyarakat Watusigar. Harapannya, kedua jenis usaha yang akan dikembengkan bersama-sama ke depan ini bisa menjadi produk ungguulan Desa Watusigar. (yskk/han)

Iklan