Gunungkidul – Jika berkunjung ke Kabupaten Gunungkidul, tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi Dusun Kepek yang terkenal sebagai Dusun Sentra Kerajian akar wangi satu-satunya di Kabupaten Gunungkidul. Selain satu-satunya di Gunungkidul, mungkin juga satu-satunya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hampir mayoritas masyarakatnya mejadikan kegiatan produksi kerajinan ini sebagai jenis usaha alternatif untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Ya, hampir semua masyarakat sini (Kepek) produksi akar wangi ini” ujar Wiwin salah satu pengrajin akar wangi asal Kepek saat ditemui di rumahnya Senin (20/8) kemaren.

Wiwin salah satu pengrajin yang sekaligus penjual bahan baku kerajinan akar wangi

Dusun yang terletak di Desa Semin Kecamatan Semin ini, sudah sejak lama dikenal sebagai sentra kerajinan akar wangi. Di awal tahun 90-an masyarakat Kepek sudah banyak yang berprofesi sebagai pengrajin akar wangi. “Sejak saya masih kecil, bapak saya sudah usaha ini” ungkap Wiwin.

Melalui kreatifitas tangan masyarakat kepek, akar wangi mampu disulap menjadi berbagai jenis barang yang unik, langka dan eksotis. Seperti miniatur hewan-hewan semacam jerapah, gajah, kuda, kura-kura dan sapi. Ada juga yang dibuat menjadi gantungan kunci dan aksesoris lainnya. “kalau di sini dibuat setengah mainan dan barang pajangan” katanya.

Produk-produk kerajinan akar wangi biasa dijual ditempat-tempat wisata. Selain ditaruh di toko-toko mainan dan toko aksesoris yang ada di daerah wisata seperti Jogja, Solo, Surabaya, jakarta, bandung hingga Bali, para pengrajin biasa menjual langsung di lokasi-lokasi wisata dengan membuka lapak seadanya. Wiwin sendiri mengaku sering jualan di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.

Kata Wiwin, saat ini lagi ada pesanan pembuatan banteng dari Bupati Wonogiri. Ukuran yang diminta Bapak Bupati harus menyerupai ukuran aslinya. Namun bahan yang akan dipakai pembuatan banteng tidak semuanya murni akar wangi, bagian dalam tubuh hewan diisi dengan daun akar wangi atau jerami.  “kalau hewan ukuran besar itu bisa dinaiki 4 orang. Bisa kuat itu” katanya.

Hebatnya, produk kerajinan asli kepek ini sudah mampu menembus mancanegara. Salah satunya negara Turki. Menurut Wiwin, salah satu kampus di Turki sudah langganan memesan kerajinan akar wangi. Biasanya setiap kali acara wisuda di kampus tersebut, akar wangi selalu dijadikan sovenir untuk mahasiswa yang diwisuda. “setiap 3 bulan atau 4 bulan, kampus yang di turki biasanya pesan. Memang sudah ada buyernya. Di sini tinggal kirim ke sana” terangnya.

Wiwin, yang berlatar belakang alumni jurusan Manajemen Perusahaan di salah satu kampus swasta di Jogja ini mengaku bahwa selain sebagai pengrajin akar wangi, bersama bapaknya Daryanto, Dia juga menjadi satu-satunya penyedia bahan baku akar wangi untuk kebutuhan semua pengrajin di Kepek.

Bagi Anda yang berminat ingin lebih tahu proses produksi dan ingin mengkoleksi kerajinan alam ini, silahkan datang ke Dusun Kepek. Di sana, Anda akan akan dengan mudah mendapati para pengrajin yang sedang produksi kerajinan di hampir tiap rumah warga. [han]

Iklan