Adalah kebanggaan tersendiri bagi Dusun Kepek, Desa Semin, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul yang sejak lama dikenal sebagai Dusun sentra kerajinan akar Wangi. Sebagian besar warga masyarakatnya menekuni usaha kerajinan yang berbahan dasar akar Wangi ini sebagai mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Usaha yang cukup jarang kita temui di daerah lain ini sudah sejak lama menjadi bagian kehidupan masyarakat Kepek yakni sekitar 3 dekade. “Sekitar tahun 80-90an, mas. Masyarakat sudah (bekerja) kayak gini (kerajinan akar Wangi) ini” kata salah satu pengrajin akar wangi di Dusun Kepek, Pak Joni.

Dua puluh tahun lebih dan hampir 90% masyarakat Dusun Kepek menggantungkan hidupnya pada usaha kerajinan ini. Bermodal kreatifitas dan ketelatenan, akar Wangi yang semula hanya dimanfaatkan sebagai pengharum pakaian dan bahan obat-obatan, masyarakat Kepek menyulap akar yang terkenal harum ini menjadi beraneka barang yang bernilai rupiah seperti miniatur hewan, karpet, gantungan kunci, hiasan dinding dan barang-barang unik lainnya.

Bu Sri Umami, salah satu warga Dusun Papringan (tetangga Dusun Kepek) mengkonfirmasi bahwa usaha kerajinan yang cukup sulit kita temui di daerah lain ini sangat membantu perekonomian masyarakat Kepek. Beliau menuturkan bahwa dengan usaha seperti itu, banyak warga masyarakat yang perekonomiannya semakin meningkat dan mampu menabung untuk masa depan. “Bu Parinem itu sudah bisa beli tanah loh, Mas. Ya hanya usaha akar Wangi itu” ujarnya saat ditemui di tokonya.

Menurut Pak Ngatijo wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Semin, munculnya usaha kerajinan akar wangi di Kepek berawal dari 2 orang kakak beradik yang bernama Darliyanto dan Partijo. Dua orang bersaudara tersebut, semula hanya menjadi penjual akar Wangi, lama kelamaan mulai tertarik untuk menekuni kerajinan akar wangi yang kemudian banyak warga masyarakat Kepek lainnya yang tertarik mengikuti jejak usahanya. “Ya kedua orang itu yang paling besar usahanya sekarang, karena memang awalnya dua orang itu yang memulai usaha itu” terangnya.

Laman Hanafi

Iklan