Senin (22/10), Devisi Pemberdayaan Perempuan YSKK menjadwalkan 2 kegiatan di Gunungkidul. Pertama, melakukan pendampingan Koperasi Wanita Sekar Arum Desa Semin Kec, Semin yang akan melakukan pertemuan anggota koperasi. Kedua, mendistribusikan undangan workshop Penyusunan Rencana Bisnis “Optimalisasi Produk Unggulan Desa” ke 4 Desa Model Desa MANTAP: Desa Watusigar, Kampung, Semin & Sambirejo.

Jam 09:20 WIB tim PP bertemu di Kantor Kecamatan Ngawen Gunungkidul yang kemudian bagi tugas terkait 2 agenda tersebut. Saya mendistribusikan undangan ke 3 Desa (Watusigar, Kampung, Sambirejo) dan Permohonan peminjaman tempat ke Koperasi Tenang Kecamatan Ngawen sebagai tempat pelaksanaan workshop. Disamping itu, saya juga diminta berkordinasi dengan Desa Sambirejo terkait menyelenggarakan workshop BUMDes di Desa Sambirejo. Sementara Luningtyas langsung menghadiri Pertemuan Anggota Kopwan Sekar Arum Semin.

Pertama, saya mendistribusikan undangan ke Desa Watusigar yang ditemui langsung oleh Sekdes Watusigar, Karsimin. Selain mengantarkan undangan, banyak hal saya obrolkan dengan beliau. Mulai dari awal pertama kali YSKK melakukan pendampingan di Watusigar dalam pengembangan pertanian di desa hingga rencana kegiatan yang potensial untuk dikerjakan bersama ke depan.

Kedua, mendistribusikan ke Desa Kampung. Kemudian lanjut ke Koperasi Tenang Ngawen untuk mengkonfirmasi peminjaman aula sebagai tempat pelaksanaan workshop. Dan terakhir ke Desa Samburejo sekaligus koordinasi terkait rencana workshop pengembangan BUMDes di Desa Sambirejo.

Koordinasi workshop Pengembangan BUMDes di Desa Sambirejo ditemui Kasi. Perencanaan Desa Pak Banteng. Menurut beliau, sebelum melakukan workshop BUMDes, Desa Sambirejo akan melakukan penyehatan terhadap BUMDes Sambirejo yang 2 tahun terakhir ini mandek tidak ada kegiatan lagi. Menurut Pak Banteng, langkah yang akan ditempuh Desa untuk melakukan penyehatan terhadap BUMDes ialah dengan mengumpulkan pengelola BUMDes untuk melaporkan kondisi aset BUMDes saat ini. Setelah itu, BUMDes akan dilakukan reorganisasi karena selama ini ada pengurus yang sekaligus menjabat sebagai aparatur Desa.

Iklan